Saturday, January 18, 2020

PROPOSAL USAHA ROTI ISI (SANDWICH)

7:33 AM 3 Comments

ROTI ISI
(SANDWICH)



DISUSUN OLEH:
1. ALISHA AURELIA (20219543)
2. AUDINA MAHARANI (21219156)
3. DITIA KHAIRUNNISA (21219889)
4. FADIA FAUZIA (22219125)
5. SYIFA KHAIRUNISA (26219254)
6. TAZKIA NUR RAHMA (26219304)


UNIVERSITAS GUNADARMA
JL. KH. NOER ALI, JAKASAMPURNA-BEKASI 17145
Telp (021) 78881112
2019/2020




KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi kami kesempatan serta kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang di tentukan sehingga kami mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas kami pada mata kuliah Pengantar Bisnis.

Kami selaku penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan. Untuk itu, kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, agar makalah ini nantinya bisa menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian, apabila ada kesalahan pada makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen Pengantar Bisnis yaitu Ibu Wiarsih Febriani yang telah membimbing kami.

Demikian, semoga proposal ini  bermanfaat. Terima kasih.
  
Bekasi, 16 Januari 2020
                                   
                                                                                                                                    Penulis



DAFTAR ISI

JUDUL............................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang..............................................................4
1.2. Visi Misi....................................................................... 5
1.3. Manfaat......................................................................... 5
1.4. Profil Organisasi........................................................... 5

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1. Produk........................................................................... 6
2.2. Proses dan Harga........................................................... 6-8

BAB 3 ANALISIS
3.1. Analisis SWOT.............................................................. 9

BAB 4 STRATEGI PEMASARAN
4.1. Analisis Pasar................................................................ 10
4.2. Strategi Pemasaran........................................................ 11

BAB 5 PENUTUP
5.1. Kesimpulan................................................................... 12




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 
Pada zaman globalisasi variasi makanan sudah beragam bentuk dan harga, dari yang bentuk kecil hingga yang besar dan dari harga yang murah hingga yang mahal. Apalagi di zaman sekarang masyarakat tidak ingin rugi, masyarakat menginginkan makanan yang kenyang enak dan harganya terjangkau.

Salah satu makanan yang kenyang, enak dan harganya terjangkau adalah roti isi (sandwich). Walaupun roti isi (sandwich) makanan yang sederhana, tetapi sangat cocok menjadi makanan utama bagi masyarakat. Dalam pembuatan roti isi (sandwich) dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tetapi lebih higenis serta akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.

Keberadaan roti isi (sandwich) sebagai dalah satu makanan dengan rasa yang enak, nikmat, pedas, gurih, mengandung protein dan juga lezat. Apalagi roti isi (sandwich) juga memiliki variasi isian yang beragam tidak hanya roti dengan mentega saja. Sehingga usaha ini memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner alternatif di Indonesia.

Dengan melihat kelebihan hal tersebut diatas, maka kami ingin membuat usaha makanan yaitu makanan “ROTI ISI (SANDWICH)”.

1.2. Visi Misi
      Visi
Mempraktikan ilmu kewirausahaan, mengasah kreativitas dan mempopulerkan produk dengan memberi inovasi baru.
      Misi
1. Membuat proposal usaha
2. Mempresentasikan dengan dosen kewirausahaan (bisnis)
3. Membuat teaster sebagai bahan percobaan dikalangan masyarakat

1.3. Manfaat
         1. Menggali bakat dalam hal berbisnis
          2. Memenuhi kebutuhan konsumen
          3. Memperoleh keuntungan
          4. Memberikan sarapan praktis dan bergizi bagi masyarakat
          5. Menambah relasi di lingkungan kampus

1.4. Profil Organisasi
Nama Usaha : Sandwich Kekinian
Jenis : Makanan berat
Bentuk : Bergerak dalam bidang perdagangan yang bentuk kegiatan usahanya dilakukan secara berkelompok



BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Produk
Sandwich Kekinian adalah brand dari kegiatan usaha kami, karena bahan bakunya adalah roti. Namun kami ingin mengembangkan kembali dengan cara memberikan kreatifitas bentuk, rasa dan harga yang menarik tanpa mengurangi isi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Sehingga sandwich dapat terus berkembang seiring zamannya dengan beragam variasi isian. Sandwich banyak mengandung nutrisi yang sehat dan berigizi di setiap varian isinya. Sehingga makanan ini dapat di konsumsi oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.

2.2. Proses dan Harga
Bahan Sandwich :
a. Roti Tawar                  d. Sosis                
b. Daging                        e. Sayuran
c. Margarin, lelehkan      f. Telur Goreng

Bahan Olesan :
a. Keju parut
b. Saus cabai/saus tomat
c. Mayonnaise
d. Peterseli cincang

Cara Membuat  :
1. Pertama Campur bahan olesan, oleskan di permukaan roti.
2. Letakkan bahan sandwich (daging, sosis, telur dan sayuran) di atasnya, satukan kedua sudut roti, beri semat supaya tidak terbuka.
3. Kemudian Letakkan semua di loyang yang di olesi margarin, olesi permukaannya dengan mentega/margarin.
4. Panggang sampai roti kering (jika ingin dipanggang)
5. Sajikan selagi masih hangat (jika dipanggang) dan jangan lupa lengkapi kemasan yang cantik.






BAB 3
ANALISIS
3.1. Analisis SWOT
a. Strenght (Kekuatan)
   Kekuatan dari produk ini adalah :
-         Menjual produk untuk semua kalangan masyrakat
-        1 (satu) produk terdiri dari beraneka ragam isi, rasa dan bentuk
-         Bahan produk yang terjamin dan higienis

b. Weakness (Kelemahan)
   Kelemahan dari produk ini adalah :
-         Produknya mudah ditiru
-         Tidak tahan lama

c. Opportunities (Peluang)
   Peluang dari produk ini adalah :
-         Jenis makanan yang sangat digemari oleh masyarakat
-         Jenis makanan yang cukup untuk mengisi perut dengan harga yang terjangkau

d. Threath (Ancaman)
   Ancaman dari produk ini adalah :
-         Adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih murah




BAB 4
STRATEGI PEMASARAN
4.1. Analisis Pasar
   Dalam hal ini kami akan memasarkan produk tester oleh rekan sesama kuliah. Kemudian, akan melakukan penjualan langsung kepada masyarakat. Lalu, bekerja sama dengan warung pinggiran (toko kue) dengan cara menitipkan produk makanan kami kepadanya dan  menjual secara online (toko online) untuk mencapai omset yang lebih. Serta memanfaatkan jejaring sosial seperti BBM, Twitter, Facebook, Instagram dll. Cara ini diharapkan mampu mempolerkan produk kami.

4.2. Strategi Pemasaran
      Untuk strategi pemasaran Sandwich Kekinian ini menggunakan strategi 4P, yaitu:
a. Product (Produk)
Produk yang ditawarkan menggunakan berbagai varian isi , disamping itu makanan ini juga lezat dan modern serta kualitas nomor 1 baik dalam kesehatan maupun kebersihan.

b.Price (Harga)
Harga dari makanan ini relative terjangkau oleh semua kalangan, sesuai dengan isi dan toping yang tersedia.


c. Place (Tempat)
Lokasi pertama untuk menjual makanan ini adalah lingkungan kampus. Selain itu makanan ini menggunakan sistem order.

d. Promotion (Promosi)
Dengan promosi dari mulut ke mulut atau dari rekan ke rekan, kami yakin produk ini akan cepat mendapat tanggapan positif. Apalagi ditambah menggunakan media sosial dan tidak lupa dengan pelayanan yang ramah, kami akan mendapatkan pelanggan yang setia





BAB 5
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Usaha Sandwich ini merupakan usaha makanan yang menjanjikan omset yang cukup tinggi. Namun, kami harus tetap memperhatikan kuliatas agar tidak mengecewakan para konsumen. Kami juga harus memiliki SWOT yang kuat dan harus mampu menganalisa SWOT demi mengembangkan usahanya agar lebih baik dan lancar. Tidak lupa untuk menyiapkan atau membuat planning (rencana) yang maksimal agar meminimalisir kegagalan usaha di tengah-tengah jalan dan supaya usaha berkembang dengan cepat.Terakhir, harus selalu menerima setiap kritikan dari para konsumen dan selalu berinovasi dalam produksinya.

Monday, January 13, 2020

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

7:42 AM 0 Comments

Etika Bisnis 
Etika bisnis adalah kode etik yang diterapkan dalam perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Etika bisnis ini sangat penting diterapkan dalam perusahaan agar perusahaan memiliki pondasi yang kuat dan menciptakan value yang tinggi.
Etika dalam bisnis dapat juga diartikan sebagai suatu pengetahuan mengenai tata cara ideal dalam mengelola bisnis dengan memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal, ekonomi, dan sosial.
Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang merupakan bagian dari etika bisnis, yaitu adanya kesadaran perusahaan bahwa keputusan bisnisnya dapat mempengaruhi masyarakat. Tanggung jawab sosial perusahaan adalah wujud kepedulian suatu usaha pada masyarakat dan lingkungan disekitar dimana usaha tersebut berada. Arti yang lebih luas dari istilah ini adalah tanggung jawab perusahaan terhadap pelanggan, karyawan, dan kreditor.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya), perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.Dalam mengambil sebuah keputusan untuk kepentingan usaha, hendaknya tidak merusak etika dan tanggung jawab sosial. Adapun tanggung jawab sosial perusahaan meliputi:
1.Tanggung jawab sosial terhadap konsumen. Tanggung jawab ini tidak hanya terbatas pada penyediaan barang atau jasa saja. Perusahaan bertanggung jawab atas produksi dan penjualan/distribusi pada pelanggan, dimana produk yang dihasilkan harus bisa membawa manfaat.

2.Tanggung jawab sosial pada karyawan. Perusahaan bertanggung jawab dalam memberikan rasa aman kepada karyawannya, memperlakukan karyawan dengan layak dan tidak membeda-bedakan, serta memberikan kesempatan yang sama pada karyawan untuk mengembangkan diri.

3.Tanggung jawab sosial kepada kreditor. Saat perusahaan memiliki masalah keuangan dan belum bisa menyelesaikan kewajibannya, perusahaan harus memberitahukan kepada kreditor.

4.Tanggung jawab sosial kepada pemegang saham. Perusahaan bertanggung jawab atas kepuasan pemegang saham. Perusahaan harus bisa meyakinkan pemegang saham, dimana manajer perusahaan memonitor seluruh keputusan bisnis dan meyakinkan bahwa keputusan yang diambil tersebut demi kepentingan pemegang saham.
Namun tidak menutup kemungkinan pemegang saham turut aktif dalam memberikan pengaruh kebijakan manajemen perusahaan. Pada umumnya pemegang saham yang berperan aktif adalah investor perusahaan yang memiliki saham dalam jumlah yang besar. Dengan demikian pemegang saham akan meminta pertanggung jawaban eksekutif perusahaan atas ketidakpuasan yang didapatkan.
5. Tanggung jawab sosial kepada lingkungan. Tanggung jawab ini berkaitan dengan menjaga kelestarian lingkungan, misal dengan mencegah adanya polusi disekitar tempat usaha. Perusahaan dapat melakukan pencegahan polusi dengan mendaur ulang plastik serta melakukan pembatasan jumlah karbondioksida sebagai akibat dari proses produksi.
6. Tanggung jawab sosial kepada komunitas. Hal yang sering dilakukan oleh perusahaan adalah dengan memberikan bantuan untuk sarana pendidikan/kesehatan, atau perbaikan/pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan.masyarakat sekitar.
Penerapan etika bisnis dan tanggung jawab sosial pada perusahaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memudahkan perusahaan dalam menjalankan visi dan misinya. Melalui etika bisnis dan tanggung jawab sosial akan membentuk citra positif perusahaan di mata masyarakat yang lebih luas.
Hambatan Bisnis Internasional
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestik. Negara lain tentu saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kali menghambat terlaksannya transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya negara lain tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
·         Batasan perdagangan dan tariff bea masuk
·         Perbedaan bahasa, social budaya/cultura
·         Perbedaan dalam hal bahasa
·         Perbedaan kondisi sosial budaya
·         Kondisi politik dan hukum/perundang-undangan
·         Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain
Hambatan perdagangan atau bisnis internasional yang lain adalah masalah operasional yakni transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan ke negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini dapat mengakibatkan biaya pengangkutan atau ekspedisi menjadi sangat mahal yang dikarenakan pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja.
Sumber :

Friday, November 8, 2019

MANAJEMEN, PROSES, DAN SISTEM PRODUKSI

10:02 PM 0 Comments

Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya beberapa faktor, yaitu:
1.    Adanya Pembagian Kerja (division of labour) dan Spesialisasi
Agar produksi efektif dan efisien, produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah dan azas-azas manajemen. Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik, dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
2.    Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat dibidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada:
a.     Bertambahnya penggunaan mesin.
b.    Efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja.
c.     Pembangunan jalan kereta api,alat transportasi, dan komunikasi
d.    Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan.
3.    Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan komputer
Sehingga banyak hal pada manajer produksi mengintegrasikan tekhnologi canggih kedalam bisnisnya.
4.   Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut:
a.     Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
b.     Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah
c.     Pelatihan pekerja dengan metode baru
d.    Pemanfaatan umpan balik dalam pengelolaan atas proses kerja

Proses Produksi
Proses produksi adalah suatu kegiatan yang menggabungkan berbagai faktor produksi yang ada dalam upaya menciptakan suatu produk, baik itu barang atau jasa yang memiliki manfaat bagi konsumen. Proses produksi disebut juga sebagai kegiatan mengolah bahan baku dan bahan pembantu dengan memanfaatkan peralatan sehingga menghasilkan suatu produk yang lebih bernilai dari bahan awalnya.
Hasil dari kegiatan produksi adalah barang dan jasa. Barang merupakan sesuatu yang memiliki sifat-sifat fisik dan kimia, serta mempunyai masa waktu. Sedangkan jasa merupakan sesuatu yang tidak memiliki sifat-sifat fisik dan kimia, serta tidak mempunyai jangka waktu antara produksi dengan konsumsi.

Tujuan Produksi
Adapun beberapa tujuan proses produksi adalah sebagai berikut:
Ø  Untuk menghasilkan suatu produk (barang/jasa).
Ø  Untuk menjaga keberlangsungan hidup suatu perusahaan.
Ø  Untuk memberikan nilai tambah/value terhadap suatu produk.
ØUntuk mendapatkan keuntungan sehingga tercapai tingkat kemakmuran yang diinginkan.
Ø  Untuk mengganti produk yang rusak, kadaluarsa, atau telah habis.
Ø  Untuk memenuhi permintaan pasar, baik pasar domestik maupun internasional.

Karakteristik Produksi
Dalam proses mengelola kegiatan produksi terdapat ciri-ciri tertentu. Berikut ini adalah beberapa karakteristiknya berdasarkan proses, sifat, dan jangka waktunya:
1. Berdasarkan Proses
· Produksi langsung, kegiatan ini mencakup produksi primer dan produksi sekunder. Produksi primer, yaitu kegiatan produksi yang diambil dari alam secara langsung. Misalnya, pertanian, pertambangan, perikanan, dan lain-lain. Produksi sekunder, yaitu proses produksi dengan menambahkan nilai lebih pada suatu barang yang ada. Misalnya kayu untuk membuat rumah, baja untuk membuat jembatan, dan lain-lain.
·    Produksi tidak langsung, yaitu kegiatan produksi dengan memberikan hasil dari keahlian atau jasa. Misalnya, jasa montir, jasa kesehatan, jasa konsultasi, dan lain-lain.
2. Berdasarkan Sifat Proses Produksi
·  Proses ekstraktif, yaitu kegiatan produksi dengan mengambil produk secara langsung dari alam.
·     Proses analitik, yaitu kegiatan produksi yang melakukan pemisahan suatu produk menjadi lebih banyak dengan bentuk yang mirip seperti aslinya.
·  Proses fabrikasi, yaitu kegiatan mengubah suatu bahan baku menjadi suatu produk yang baru.
·   Proses sintetik, yaitu kegiatan menggabungkan beberapa bahan menjadi suatu bentuk produk. Proses ini disebut juga dengan perakitan.
3. Berdasarkan Jangka Waktu Produksi
·   Produksi terus menerus, yaitu produksi yang memakai berbagai fasilitas untuk menciptakan produk secara terus menerus. Proses ini umumnya dalam skala besar dan tidak terpengaruh waktu dan musim.
·  Produksi terputus-putus, yaitu produksi yang kegiatannya berjalan dilakukan tidak setiap saat, tergantung musim, pesanan, dan faktor lainnya.

Jenis Produksi
Dalam pelaksanaannya, proses ini memerlukan waktu yang berbeda-beda, ada yang singkat, dan ada juga yang prosesnya cukup panjang. Berdasarkan cara pelaksanaannya, proses produksi dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:
1. Produksi Jangka Pendek
Kegiatan produksi yang cepat dan langsung menghasilkan produk (barang/jasa) bagi konsumen. Contohnya adalah produksi makanan seperti roti bakar, cakwe, gorengan, dan lain-lain.
2. Produksi Jangka Panjang
Kegiatan produksi yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Misalnya, menanam padi, menanam kopi, membangun rumah, dan lain-lain.
3. Produksi Terus-Menerus
Kegiatan produksi yang melakukan pengolahan berbagai bahan baku secara bertahap hingga menjadi suatu barang jadi, dimana prosesnya berlangsung secara terus menerus. Misalnya, pabrik yang memproduksi kertas, gula, karet, dan lain-lain.
4. Produksi Berselingan
Kegiatan produksi yang mengolah bahan-bahan baku dengan cara menggabungkannya menjadi suatu barang jadi. Misalnya proses pembuatan sepeda motor, dimana setiap bagiannya diproduksi secara terpisah (stir, ban, mesin, knalpot, dan lainnya). Proses penggabungan bagian-bagian tersebut menghasilkan sebuah sepeda motor.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Ruang lingkup manajemen produksi dikelompokkan berdasarkan tingkat keputusan strategis yang mempengaruhi sistem produksi dan pada keputusan tingkat operasi.
Ø  Keputusan Tingkat Strategis
Merupakan keputusan jangka panjang yang berkaitan dengan desain produk dan sistem produksi, meliputi :
1.    Identifikasi dan Desain Produk
Produk harus dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai harapan konsumen. Harus ada analisa pada tahap desain untuk menghindari biaya yang tidak diinginkan.
2.   Desain dan Perencanaan Proses
Melibatkan teknologi yang tepat untuk konversi bahan baku menjadi produk. Pada tahap ini, dilakukan perencanaan proses tingkat makro.
3.   Pemilihan Lokasi Pabrik dan Perencanaan Tata Letak
Pertimbangan harus diberikan kepada semua faktor yang mempengaruhi lokasi.
4.   Desain Sistem Penanganan Material
Pemilihan sistem penanganan material tergantung pada jarak antar bagian tempat produksi, intensitas aliran dan ukuran, bentuk serta sifat material yang akan ditangani.
5.   Perencanaan Kapasitas
Pada keputusan ini  merupakan fungsi dari volume permintaan yang berkaitan dengan pengadaan aset tetap seperti pabrik dan mesin, meliputi ukuran pabrik, output, dan sebagainya.

Ø  Keputusan Tingkat Operasional
Keputusan tingkat operasional merupakan keputusan jangka pendek yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian kegiatan produksi, meliputi:
1.    Perencanaan Produksi
Berkaitan dengan penentuan arah tindakan di masa depan mengenai produksi untuk mencapai tujuan organisasi.
2.   Pengendalian Produksi
Teknik manajemen yang bertujuan untuk melihat bahwa kegiatan dilakukan sesuai rencana. Aktivitas pengendalian produksi dilakukan untuk membandingkan sekaligus mengontrol output aktual dengan output standar.
3.   Kegiatan lainnya
Meliputi kontrol inventaris, pemeliharaan dan penggantian, pengurangan biaya dan kontrol biaya serta desain sistem kerja.

Fungsi Manajemen Produksi
Menurut Sofian Assauri (2004: 22), ada empat fungsi terpenting pada manajemen produksi, diantaranya:
1. Perencanaan
Keterkaitan dan pengorganisasian kegiatan produksi yang akan dilakukan dengan dasar waktu atau periode tertentu. Dengan perencanaan yang baik maka akan meminimalisir biaya produksi sehingga perusahaan bisa menentukan harga yang sehat dan meraih untung yang besar.
2. Proses Pengolahan
Metode atau teknik yang digunakan untuk mengolah masukan (input). Proses ini sangat penting untuk pemanfaatan sumber daya secara maksimal dan efisien.
3. Jasa Penunjang
Sarana yang diperlukan untuk penetapan dan metode yang digunakan agar proses pengolahan bisa dilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini seringkali diperlukan guna membantu perusahaan bersaing secara sehat dengan meningkatkan produksi dan hasil yang berkualitas.
4. Pengendalian/ Pengawasan
Fungsi untuk menjamin pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan, dengan begitu maksud dan tujuan dalam menggunakan dan pengolahan masukan (input) dapat dilaksanakan.

Sistem Produksi
Sistem Produksi adalah satu rangkaian operasi yang mengolah atau memproses input berupa bahan mentah (raw material), bahan setengah jadi (intermediate product), part, komponen dan/atau rakitan (subassembly) untuk menghasilkan output bernilai tambah (value added product) atau produk akhir (finished good) dengan mempergunakan sumber daya (resource) dari elemen teknologi (mesin, peralatan, fasilitas produksi dan energi) dan elemen organisasi (tenaga kerja, manajemen, informasi dan modal).
Ø Sistem Produksi berdasarkan strateginya untuk memenuhi kebutuhan pasar (product positioning strategy)
1.     Engineering to order  (ETO), adalah sistem produksi yang dibuat bila pemesan meminta produsen membuat produk mulai dari proses perancangan.
2.  Assembly to order  (ATO), merupakan sistem produksi di mana produsen membuat desain standar, modul operasional standar. Selanjutnya, produk durakit sesuai dengan modul dan permintaan konsumen. Contoh perusahaan yang menerapkan sistem ini adalah pabrik mobil.
3. Make to order  (MTO), yakni sistem produksi dimana produsen akan menyelesaikan pekerjaan akhir suatu produk jika ia telah menerima pesanan untuk item tersebut.
4.  Make to stock  (MTS), sistem produksi di mana barang akan diselesaikan produksinya sebelum ada pesanan dari konsumen.

Ø Sistem Produksi berdasarkan strateginya dengan mengatur sumber daya (process positioning strategy)
1.  Flow Shop adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan aliran atau urutan proses sama atau serupa. Aliran proses keseluruhan produk adalah tetap.
2.    Batch Production adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan memproses secara bersama satu ukuran lot atau batch di setiap proses dengan satu kali setup. Aliran atau urutan proses dari masing-masing produk adalah mirip.
3.     Job Shop adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan aliran atau urutan proses yang beragam. Urutan proses satu produk dapat menjadi aliran balik produk yang lain.
4. Cell Manufacturing adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan komponen-komponen yang terkelompok mempunyai kemiripan urutan proses. Urutan proses komponen dalam satu kelompok cell adalah mirip.
5.   Project adalah sistem produksi yang menghasilkan produk-produknya dengan aliran atau urutan proses yang unik sesuai rancangan order pesanan. Urutan proses sangat tergantung dari jaringan dependensi aktivitas proses produksinya.